Mengembangkan Bakat Anak
Oleh: Andi Sri Suriati Amal
Setiap anak dipercaya memiliki bakat sendiri-sendiri. Namunbakatanakinitidakbisalangsungterlihatbegitusaja.Karenanya orang tuaharusmengenalidanmemahamibakat yang dimilikianaknya.Denganmemahamibakatanak, akanlebihmudahdanterarahdalammengembangkannya.
Memahamibakatanakmerupakanlangkahawaldalammembantuanakmeraihmasadepannya.Tetapitahukahkitabatasan-batasantentangkeberbakatanitusendiridanapatantangan yang dihadapaidalammengarahkannya? Apakahanakkitabenarberbakat di bidangtertentuatautidak?Apa yang orang tuadapatlakukanuntukmengenalidanmengembangkanbakatanaknya. Dan apa yang harusdiwaspadai agar usaha yang kitalakukantidakberbuahsimalakama. Terlalungoyodalammendorongsalah, tidakdidorong pun jugasalah.Karenaitupenulismengajakandauntukmenyimakhal-hal yang mendasartentangkeberbakatanini.
Beberapa pakar psikologi memberikan pengertian tentang anak berbakat:
- Tannenbaum memandang keberbakatan dari empat klasifikasi yaitu kelangkaan, keunggulan (mengacu pada sensibilitas serta sensitivitas yang lebih tinggi), kuota (keterbatasan jumlah individu yang memiliki keterampilan) dan anomali.
- Renzulli berpendapat bahwa seseorang bisa dikatakan berbakat jika ia menunjukkan kemampuan diatas rata-rata, melakukan hal-hal yang kreatif dan memiliki tekad dalam melaksanakan tugasnya.
- Damon berpendapat bahwa bakat sangat dibutuhkan untuk berprestasi tinggi. Namun untuk berprestasi tinggi, bakat harus dikembangkan dengan kerja keras, keuletan serta latihan.
Pada dasarnya ketiga pakar tersebut setuju bahwa untuk mengembangkan bakat seseorang diperlukan pengakuan dan perhatian, pemberian kesempatan mengembangkan minat, kerja keras, keuletan serta latihan terus menerus.
Namun ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam mengarahkan bakat ini:
- Sulitnya menemukan/menentukan bakat mana yang harus dikembangkan atau bakat apa yang sesungguhnya dimiliki oleh anak.
- Setiap individu adalah unik karena itu setiap bakat perlu memperoleh perhatian khusus.
- Perubahan sistem pendidikan. Perubahan yang terlalu sering dapat menghambat proses belajar dilain pihak perubahan yang terlalu lambat akan terlalu banyak menunda perkembangan bakat anak.
- Intervensi sosial (sekolah). Disiplin kelas dan prinsip egalitarian yaitu pemerataan terhadap semua siswa dengan harus mengikuti kegiatan yang sama namun tidak diminati anak.
- Ketidak seimbangan evaluasi. Pandangan umum yang memandang keberbakatan berdasarkan skor IQ. Padahal IQ tidak menggambarkan bakat musik atau bakat olahraga seseorang. Sekolah sering kali menggolongkan anak yang berprestasi sebagai anak yang memperoleh nilai pelajaran yang baik. Akibatnya sekolah kurang memberikan perhatian kepada anak yang memiliki bakat yang tak terukur oleh standar IQ.
Jenis-jenisBakatdanKepandaian
1. KinetikFisik (Bodily Kinesthic
Bakatdalammenggunakanbadanuntukmemecahkanmasalahdanmengekspresikan ide sertaperasaan.Ciri-cirinya: Menonjolkahiadalamolahragatertentu? Apakahiatidakbisadudukdiamuntukwaktu yang lama? Pandaikahiamenirukangerakanbadanatauwajah orang lain? Tangkaskahiadalamkegiatan yang membutuhkanketrampilantangan, seperti origami (melipatkertasgayajepang), membuatpesawatdarikerta, melukis, bermaindengantanahliat, ataumerajut? Apakahiadapatmenggunakanbadannyadenganbaikuntukmengekspresikandirinya?
2. Bahasa (Linguistic)
Bakatuntukmenggunakan kata-kata, baik oral maupun verbal, secaraefektif.Beberapapertanyaan yang bisamembantumenetukanapakahanakberbakat di bidanginiatautidak.Apakahiabisamenulislebihbaikdarianakseusianya? Sukakahiaberceritaataumembuatlelucon? Sukakahiamembacabuku? Apakahiabisamengejalebihbaikdarianakseusianya? Apakahiadapatmengkomunikasikanpikiran, perasaandanidenyasecarabaik.
3. LogikadanMatematis (Logical-Mathematical)
Bakatuntukmengertidanmenggunakanangkasecaraefektif, termasukmempunyaikemampuankuatuntukmengertilogika.Ciri-cirinya: Apakahiatakhentinyaingintahubagaimanaalamdanbenda-bendabekerja? Apakahiasukabermaindenganangka? Sukakahiaakanpelajaranmatematika di sekolah? Sukakahiabermaindenganpermainanasahotakseperticatur? Sukakahiamengelompokkanbenda-benda?
4. Musikalitas (Musical)
Bakatuntukmemahamimusikmelaluiberbagaicara. Dibawahiniadalahbeberapapertanyaan yang membantuuntukmenentukanapakahanakmenunjukkanbakatmusik yang menonjol: Pandaikahiadalammenghafallagudanmenyanyikannya? Dapatkahiabermainalatmusik? Sensitifkahiaterhadapsuara-suara di sekitarnya? Apakahiasukabersiulataumenggumamlagu?
5. PemahamanAlam (Naturalist Intelligence)
Mengenalidanmenggolongkanduniatumbuhandanbinatang, termasukdalammemahamifenomenaalam.Ciri-cirinya: Sukakahiabercelotehmengenaibinatangkesayangannyaatautempat-tempat yang disukainya? Sukakahiabermain di air? Apakahiasukakekebunbinatang, taman safari ataukebunraya? Apakahiabermaindenganbinatangpeliharaannya? Apakahiasukamengoleksikumbang, bunga, daunataubenda-bendaalamlainnya?
Peran Sekolah dan Keluarga
Sekolah merupakan salah satu lembaga sosial yang diharapkan dapat membantu anak-anak mencapai prestasi pendidikan yang baik. Namun disamping sekolah orang tua memiliki peran yang sangat berarti dalam mengembangkan bakat anak. Dipercaya bahwa adanya peran pengasuhan yang baik cenderung membuka peluang lebih besar bagi anak-anak untuk mengembangkan bakatnya sesuai dengan minat anak. Peran pola asuh keluarga yang dilandasi kasih sayang, dan disertai pemberian stimulasi (perangsangan) yang cukup dan sesuai dipercaya dapat melahirkan anak-anak yang berbakat.
Kerja sama antara sekolah dan orang tua sangat dibutuhkan. Para orang tua bagi anak-anak yang berprestasi tinggi memberikan pola asuh yang baik disertai kehangatan, selanjutnya para guru memberikan pelatihan yang baik.
Apa yang orang tuabisalakukkan di rumah:
- Patoklahprestasiakademis yang tingginamunrealistisbuatanak.
- Tanamkanlah rasa optimiskepadamerekabahwamerekabisamencapainya.
- Bicaradanbermaindengananak, untukmeningkatkankemampuankomunikasi.
- Berceritalahmengenaiberbagaiperistiwa yang sedangterjadi, apasaja yang terjadi di lingkungansekitar. SaatberbicaramengenairutinitasharianAnda, jelaskanapa yang Andalakukandanmengapa. DoronglahanakuntukbertanyauntukAndajawab, ataubisajugabantudiauntukmenjawabnyasendiri.
- Perhatikanapa yang merekasukalakukan, sepertihobimenggambar, melukis, ataumenggunakanangka-angka. Bantu merekamengembangkankesukaanitu, dancaritahubagaimanamerekabisamengikutilomba di lingkungansekitaratau di tingkatkota.
- Bawaanakketempat-tempatdimanamerekabisamempelajarihalbaru, sepertipentasmusik, museum ataugaleriseni.
- Carianggotakeluarga yang bisamenjadi mentor membantuanakmengembangkanbakatmereka.
Orang tua hendaknya waspada akan diri mereka apakah mereka memberikan respon sungguh terhadap kebutuhan anak ataukah hanya memberikan respon kepada bakat yang dimiliki anak. Tidak sedikit orang tua yang salah dalam hal ini yaitu adakalanya orang tua menyadari anak mereka berbakat lantas secara menggebu-gebu memaksa anakya mengikuti latihan-latihan dengan program yang sangat ketat. Dorongan seperti ini lambat laun akan membuat anak menyadari bahwa orang tua mereka lebih berminat pada bakat yang mereka miliki daripada memperhatikan kesejahteraan dan kebahagiaan diri mereka selaku anak-anaknya.
Karenanya para orang tua serta pendidik harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
- Dorongan, apalagi pemaksaan secara berlebihan pada anak dapat melunturkan motivasi anak untuk mengembangkan bakat mereka. Anak akan merasa tertekan, sakit hati, atau melakukan sesuatu hanya karena berharap memperoleh hadiah. Masa kecil mereka bahkan akan hilang sebagian.
- Pujian yang berlebihan pada anak-anak usia muda atau menjadikan anak sebagai figur publik secara terus menerus merupakan bentuk eksploitasi terhadap anak bahkan cendrung melunturkan semangat anak untuk mengeksplorasi bakat mereka lebih lanjut.
- Pujian yang berlebihan tanpa kendali emosi juga dapat membawa anak terbjebak ke dalam sikap lupa diri.
- Para orang tua yang memiliki anak-anak berbakat hendaknya jangan terlalu berharap bahwa anak-anak tersebut kelak akan menjadi kreator, inventor atau inovator. Seorang anak yang berbakat sebagai seorang dokter tidak harus menjadi penemu serum tertentu tetapi dapat menjadi pelayan kesehatan yang sangat baik bagi masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar